Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2016

Cerita Seorang Pemuda Miskin

Alkisah, hiduplah seorang pemuda tampan dan nyaris sempurna. Selain tampan, ia pun terkenal kaya raya, ramah kepada sesama, dan gemar membantu orang yang kesusahan. Kebaikannya begitu semerbak dan ketampanannya demikian memikat, hingga ke mana pun ia melangkah orang-orang senantiasa menghampirinya untuk sekadar menyampaikan kekagumannya ataupun kebutuhannya.
Masih di kota yang sama hidup pula seorang pemuda yang sangat tampan cerdas. Namun sayang ia begitu miskin, hingga untuk makan saja ia harus berjuang keras untuk mendapatkannya. Bajunya yang demikian lusuh dan penuh dengan tambalan telah menyembunyikan ketampanannya dari perhatian orang-orang. Hampir tak satu pun warga yang mempedulikannya, hanya pada saat mereka membutuhkan orang untuk mengerjakan pekerjaan kotor dan menjijikan mereka menyuruhnya untuk mengerjakannya dengan upah alakadarnya.
Si pemuda miskin itu menjadi sedih dan kesepian. Kesedihannya kian menjadi saat melihat pemuda tampan dan kaya raya itu, betapa pemuda itu begitu diperhatikan dan dielu-elukan. Pemuda miskin itu selalu berharap bahwa suatu saat nanti orang-orang juga akan memperhatikan dirinya karena ia juga memiiki banyak hal yang ingin ia bagikan kepada orang banyak.
Suatu hari pemuda miskin itu memberanikan diri menemui pemuda kaya raya tersebut. “Permisi” katanya dengan suara parau dan lirih. “Bolehkah saya meminta bantuan anda?” Pemuda kaya raya yang baik hati tersenyum kepada pemuda miskin itu.
“Tentu saja” jawabnya. “Apa yang bisa saya bantu?” tanyanya dengan tulus.
“Begini” kata pemuda miskin itu. “Anda sangat tampan dan kaya, sehingga semua orang demikian memperhatikan dan ingin bertemu dengan anda. Sedangkan saya hanyalah pemuda miskin yang tidak mampu berpenampilan menarik dan indah, hingga tak ada seorangpun yang ingin memperhatikan saya. Saya ingin sekali kau meminjamkan salah satu baju terbaikmu dan berjalan keliling kota bersama-sama anda, walau hanya sehari saja. Mungkin dengan demikian orang-orang akan memperhatikan saya dan mau mendengarkan saya, karena banyak sekali yang ingin saya bagikan kepada mereka. Ah, andai saja mereka tahu.”

Mendengar permintaan pemuda miskin itu, pemuda kaya raya yang baik hati itu segera mengabulkannya.
Keesokan harinya, pemuda tampan dan kaya raya itu memakaikan salah satu pakaian terbaiknya kepada pemuda miskin itu dan mengajaknya berjalan-jalan berkeliling kota bersamanya. Di mana-mana, seperti biasa, orang-orang sibuk memperhatikan pemuda tamapan yang kaya raya itu. Sekarang ia dan pemuda tampan yang berbusana indah yang berjalan bersamanya. Selama perjalanan, pemuda miskin yang cerdas itu bercerita tentang berbagai hal kepada pemuda yang tampan dan kaya itu. Tahulah sang pemuda tampan dan kaya itu bahwa pemuda miskin ini memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segala hal dan kehidupan.
Sejak saat itu mereka pun kemudian bersahabat, dan ke manapun pemuda tampan dan kaya raya itu pergi sahabatnya itu selalu menyertainya. Warga pun kian bahagia karena selain pertolongan dari si pemuda kaya, kini mereka pun memiliki tempat bertanya dan mendengarkan kisah-kisah luar biasa dari si pemuda miskin itu.

Siapakah nama pemuda miskin berbaju jelek itu? Dialah yang hari ini sering dikenal dengan nama ‘Islam’. Dan siapakah pemuda tampan yang kaya raya itu? Dialah yang hari ini lebih dikenal dengan nama ‘Amal’.
—

Creativ by : Fardan
Editor : La Ode Muhamad Fardan

Tulisan Untuk Kesekian Kalinya

Catatan hari ke sekian

Ada degup jantung yang cepat ketika terbayang semuanya
Ternyata sungguh ini tak mudah
Tak semudah yang d bayangkan
Ini catatan ku...
Catatan hari demi hari yang ku lewati dalam harap dan cemas
Dalam khawatir di iringi degup jantung bak org yang sedang berlari d pagi hari
Ada bagian bagian dalam diri kita yang harus d lewati oleh diri kita smdiri
Tanpa org tua atau saudara maupun sahabat
Walau sejatinya kita memang sendiri
Tapi ternyata tetap ada bagian dari hidup kita yang benar benar sendiri
Ini catatan ku
Dalam hari hari yang ku lewati dalam menanti sebuah kepastian
Ternyata seperti ini rasanya
Rasa bahagia yang mungkin di rasakan sepasang kekasih yang jatuh cinta
Tapi bagiku ini lebih mirip seperti menanti d panggil masuk ke ruang sidang
Ada sebuah balasan cv 
Inilah cara kami berikhtiar terhadap cinta itu
Ada sebuah harapan
Tapi ini bedanya yang aku rasakan dan gadis gadis lain rasakan
Mungkin mereka akan bahagia bak menjadi ratu yang telah d jemput pasangannya
Tapi yang kurasakan justru jauh dari kata bahagia
Sungguh semakin memikirkan maka semakin banyak ketakutan yang muncul
Sungguh inilah bedanya ...
Inilah beda nya ta'ruf dan pacaran
Inilah rasanya
Semakin d Fikiran maka semakin merasa kecil diri ini
Semakin di rasakan maka akan semakin banyak pertanyaan yg muncul
Dan sungguh maha besar Allah dengan segala kuasanya
Sungguh ... 
Akhirnya sampai lah pada titik dimana Kita sadar bahwa kita  bukanlah apa apa
Ada yang lebih berkuasa Disana 
Dapat yang telah menuliskan semuanya dengan indah
Jangan pernah burukan pandang mu
Prasangka mu
Sungguh semua telah di atur nya sedemikian rupa
Sungguh Dia Lah yang lebih mengetahui mana yang disebut pantas dan tak pantas
Sungguh manusia adalah makhluk yang lemah
Ya Rabb yang menggenggam hati ini
Ku titipkan semua rasa ku ini, khawatir ku, takut ku, ragu ku
Biarlah ini menjadi pembelajaran bagiku
Seperti apa akhirnya
Semua kuserahkan pada Mu
Pada zat yang Maha Sempurna
Cukuplah Pantas atau tidak
Baik atau tidak
Layak atau tidak
Biarkan itu menjadi hak prerogatif Mu
Sungguh aku hanya ingin menekmati takdir yang telah Kau tulis 
Dan menyaksikan semua hingga semua akan indah pada waktunya .
Creative by : La Ode Muhamad Fardan