Minggu, 09 April 2017

Asap Putih Menyerupai Awan

Berawal dari kepulan asap putih menyerupai awan dan malam dingin hujan turun membelai mimpi, ku hisap sebatang rokok ku hembus membentuk lingkaran. di samping segelas kopi hitam yg menjadi kawan setelah tak ada lagi kawan. 

di sini, ada cerita tentang persahabatan sebatang rokok dan segelas kopi yg terpadu menjadi sajian yg kental akan hitam dan putihnya, senantiasa menikmati pahit dan manisnya karya. 

di malam yg sunyi kita berteriak "kopi hitam dan sebatang rokok sudah menjadi tradisi kita sejak kita berkawan" 

ya, di sini 
di rumah karya kita, terlahirlah sajak sebatang rokok yg tak pernah habis, 
yg akan menjadi tradisi hingga nanti.

" D   4   Ni "

Minggu, 05 Maret 2017

La Ode Muhamad Fardan : Bersama Mengenal Pemimpin Masa Depan

Pemimpin Masa Depan

Genderang pemilu telah mulai berkumandang perang politik akan segera dimulai. Semua partai sibuk dengan idealisme dan kepercayan diri yang penuh dengan konsep dipaparkan melalui permainan kata yang cukup membuat terkesima ketika mendengarnya. Kesejahteraan, kemakmuran, kamapanan, keadilan, pemerataan, vigur pemimpin diusung sebagai janji politik. Sadar atau tidak mereka, blunder politik, blunder birokrasi, blunder pemimpin, blunder janji telah terjadi disana sini. Semua partai sibuk dengan vigur dan pemimpinnya masing-masing yang diyakini dapat membawa pembaharuan bukan berdasar pada pemahaman yang melalui analisis yang panjang terhadap kemampuan pemimpinnya.

Carut-marut, kekusutan, acak kadut kehidupan berbangsa disuatu Negara merupakan harga mati yang harus dibayar oleh pemimpinnya. Wujudnya ketika permasalahan di suatu Negara tersebut telah demikIan kompleksnya. Pemimpin-pemimpin masa depan ideal adalah pemimpin yang mempunyai ide-ide cemerlang sehingga dapat memberikan terobosan-terobosan baruyang cemerlang pula bagi suatu paradigma perubahan, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang menjadikan masalah sebagai suatu solusi bagi perbaikan, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang general yang mampu meramu berbagai keahlIan, keadaan dan kepentingan menjadi suatu kekuatan, pemimpn masa depan adalah pemimpin yang ketika bermimpi kemudIan menjadikannya nyata, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang percaya diri karena kemampuannya melewati berbagai pengalaman pahitnya kehidupan, pemimpin masa depan adalah pemimpin yang tidak berada dibawah bayang-bayang pendahulunya, karenanya Ia semu.
Bukanlah ………..

Pemimpin yang hanya mampu bermain dengan kata-kata, pemimpin yang hanya tebal teori dan retorika, pemimpin yang mencari solusi dengan lari dari masalah, pemimpin yang percaya diri dengan dukungan dari para anteknya, pemimpin yang hanya menjual wibawa, pemimpin yang hanya mengandalkan silsilah keluarga.

Apakah ada……???

Banjir dan kemacetan di suatu ibu kota suatu Negara merupakan masalah umum yang dihadapi hampir oleh setIap Negara yang dipandang sebagai suatu masalah, rencana untuk memindahkan ibukota Negara ke daerah yang masih baru dengan harapan penataan kota dapat dilakukan sejak dini dIanggap sebagai sebuah solusi, solusi yang mencerminkan pengambilan keputusan bukan berdasarkan pada perbaikan namun lebih kepada penyelesaIan masalah dijawab dengan lari dari masalah tersebut. Apakah dilokasi yang baru nantinya tidak akan muncul masalah baru dan ketika muncul masalah baru, keputusan yang dIambil lagi-lagi dengan memindahkan lagi lokasi kota tersebut, kapan sebenarnya kita tahu kalau sebenarnya kita telah keluar dari masalah ataukah kita hanya terjebak pada sebuah blunder sebagai akibat dari suatu keputusan.
Warisan tahta kekuasaan dahulu kala hanya terjadi pada sistem kerajaan, sekarang terjadi pula pada suatu sistem pada pemerintahan suatu Negara. Akhirnya tidak ada hal baru muncul, yang ada hanyalah berupaya melanjutkan dan mewariskan cita-cita pendahulunya, padahal zama saat ini dengan pendahulunya sangatlah berbeda. Ilmu teori pun selalu diperbaharui mengikuti perkembangan zaman, begitu juga dengan teknologi. Sedangkan konsep suatu Negara yang menyangkut ratusan juta jiwa masih menggunakan konsep yang merupakan warisan usang dari pendahulunya, sungguh suatu yang ironi.

Rakyat tidak butuh wibawa dari seorang pemimpinnya melainkan ide-ide yang dapat membawa suatu perubahan yang tentunya lebih baik akan jauh lebih penting dari wibawa tersebut. Sudah saatnya rakyat diberikan angin segar dengan datangnya pemimpin yang mempunyai ide segar. Angin perubahan tidak dihembuskan oleh wibawa pemimpinnya melainkan melalui keputusan heroik yang dIambil.

Kata-kata intelektual yang enak didengar, membuat kagum yang mendengarkannya, hanya akan menina bobokan pendengarnya. Sedangkan sebenarnya mereka harus bangun dari tidur dan bersama-sama beranjak menuju suatu kemajuan bersama. Rakyat butuh suara ayam berkokok, butuh sinar mentari agar terjaga dari tidur dan mimpi kemudIan memulai hari-hari dengan suatu kemandirIan yang difasilitas oleh pemimpinnya.

Retorika dan teori adalah suatu yang datang belakangan, Ia hadir ketika sesuatu telah dibuktikan melalui praktik yang telah terbukti dan teruji terlebih dahulu, melalui tindakan-tindakan kemudIan dibukukan untuk dijadikan pemahaman oleh mereka yang membutuhkannya. Pemimpin dengan segudang teori dan retorika harus masih melalui tahapan praktek karena dIa hanya mempunyai pemahaman tetapi tidak memiliki praktiknya. Berapa lama rakyat harus menunggu hasil perbuatan dari pemimpin seperti ini, jikalau masih memerlukan uji coba dari teori yang dipahaminya, berapa banyak yang akan menjadi korban dari kegagalan hasil uji coba keputusan. Bagaimana pemimpin tersebut tahu persis praktik kehidupan di pedesaan jikalau Ia selama ini lebih banyak hidup dikota dan sekalipun tidak pernah menginjakkan kaki di tanah kotor dan becek milik pedesaan, bagaimana pemimpin tersebut mengerti betul tentang ekonomi jika sekalipun kehidupan berbisnis tidak pernah Ia geluti, bagaimana bisa muncul terobosan-terobosan baru jikalau teori yang dipakai hanya mengandalkan teori warisan dari para pendahulunya sedangkan sekalipun Ia tidak pernah membuat sesuatu.

Dipublish: La Ode Muhamad Fardan
www.fardanode.blogspot.com

Jumat, 17 Februari 2017

Kompas Politik Sultra

#Kompas_Politik
#Kota_Kendari
#Kota_Bertaqwa
#Keren_Politiknya_Sultra

Tidak sedikit orang yang merasa kecewa karena mengalami kegagalan saat telah melewati perjalanan dan persaingan yang ketat, misalnya Pilihan Legislatif. Pertarungan yang demikian keras telah banyak menyita waktu, tenaga, dana, pikiran dan juga perasaan. Kobaran semangat di awal untuk meraih kemenangan yang diharapkan bisa jadi berujung tak memenuhi harapan dan keinginan. Keinginan yang kuat amibisi yang hebat memang halal dalam persaingan demokrasi. Menjajakan gagasan, menawarkan diri yang terbaik selama masa kampanye memang sebuah keharusan, tidak ada yang salah dalam dunia demokrasi kita saat ini. Cara apapun ternyata ditempuh asalkan dapat memberikan jaminan “esok milikmu”. Ketika segala cara itu seakan dilegitimasi halal oleh publik termasuk money politik, semuanya menjadi berubah. Pertarungan dan persaingan lebih kepada persaingan modal, siapa yang yang banyak modal ia yang paling mungkin mendapatkan peluang kemenangan. Hasil memang membenarkan demikian, walau banyak pengakuan money politik tapi tak mudah mendapatkan bukti yang paten. Inilah keadaan yang kita hadapi saat ini pasca pemilu 2017.

Banyak pengamat, pakar dan praktisi mengomentari tentang bahaya money politik karena menjadi pangkal korupsi. Namun betapun bahayanya money politik hal itu terus saja berlangsung, bahkan menggelinding bagai bola salju. “Pengamat komentar, money politik tetap berlalu”. Kesadaran akan bahayanya tak sebanding dengan ketakutan akan melanggar hukum dan dampak di masa mendatang. Keadaan demikian menunjukkan fragmatisme publik, caleg dan juga parpol. Inikah yang kita ingingkan dari demokrasi ? Dengan cara inikah kita berharap negara lepas dari praktik korupsi? Namun pemenang tetaplah pemenang walaupun dengan cara money politik.

Inikah kemenangan money politik ? 100% IYA.

Money politik telah memenangkan persaingannya dengan gaya dan caranya, dengan sistem dan dampaknya. Lalu yang tanpa money politik telah kalah ? dalam dimensi perolehan suara kalah, dalam perolehan kursi kalah dalam peta politikpun anda kalah. Maka, jika yang diperjuangkan itu adalah suara, kursi, kekuasaan dan peta politik anda kalah,tapi jika yang anda perjuangkan adalah norma, nilai, sistem yang dapat membangun karakater bangsa andalah pemenangnya. Dalam dimensi tersebut kemenangan bukanlah suara, kursi dan kekuasaan tapi nilai yang tertanam dalam publik. Setidaknya publik tahu bahwa diantara ribuan orang yang “menghalalkan segala cara” ada yang masih menanamkan kejujuran, nurani, nilai-nilai untuk bangsa dan perjuangan nilai tak mengenal dimensi waktu, tempat dan keadaan ia selalu ada beserta orang-orang yang menyadari ada bahwa benar itu ada selama Yang Maha Benar itu ada.

#Kompas_Politik
#Kota_Kendari
#Kota_Bertakwa

Sabtu, 21 Januari 2017

 "Tanggung Jawab Seorang Pendosa"

“TANGGUNG JAWAB SEORANG PENDOSA”

21 JANUARI 2017 TULISANKITA TINGGALKAN KOMENTAR SUNTING

                           Fardan dan Hikmah

Ringkasan Untuk Hari Esok “Tanggung Jawab Seorang Pendosa”

Ya Allah, jika memang ini adalah jalan pilihan yang engkau berikan kepadaKu, insya allah saya belajar untuk menerima semua ini, sudah berbagai cara saya lakukan “menentukan pilihan sendiri” tapi apadaya semua tetap kembali Kepada-Mu wahai TuhanKu.

Saat ini berilah kami kekuatan dan keberanian untuk menyampaikan ini kepada mereka yang kami sayangi dan yang menyayangi kami serta yang membanggakan kami selama ini, Ya Allah jika ini pilihan yang Engkau tunjukkan kepadaku “insya allah saya akan menerimanya dengan Bismillah” maafkan diri hambamu ini yang selalu merebut takdirnya sendiri, maafkan diri hambamu ini yang selalu menjalankan rencanannya sendiri, tanpa hamba sadari Engkau telah mempersiapkan Taqdir dan Rencana untuk Hambamu ini , Saya yakin dan percaya bahwa Rencan yang Engkau berikan kepada Hamba di dunia ini “Insya Allah semua Berkah Ya Allah”. amiiin

“Ya Allah saya menuliskan ini, karena saat ini saya dalam kebingungan melihat situasi ini”. Maafkan diri Hamba ini, yang selalu mengeluh Kepada-Mu Ya Allah, sementara hamba jarang melakukan apa yang telah Engkau perintahkan. 

“Maafkan hamba Ya Allah” 

Malam Hari ini tepatnya tanggal 21 Januari 2017, Hamba berdoa agar “Suatu Hari dan Suatu saat” Hamba mulai menjalankan kesehari-harian hamba dengan penuh senyuman,canda dan tawa, “insya allah” 

“Melepaskan semua permasalahan selama beberapa bulan ini, karena saya telah melakukan kesalahan besar terhadapnya” maka dengan izinmu Ya Allah , saya bertanggung jawab atas semua kesalahan yang telah saya lakukan, jujur dengan penuh rasa takut saya mengahadapi semua ini, tapi hamba yakin bahwa inilah jalan yang terbaik yang telah Engkau berikan Kepada Hambamu ini “Ya Allah”

Penuh rasa tangis, air mata yang berjatuhan membasahi tulisan ini, Jujur Hamba sangat takut Ya Allah, begitu berat rasanya Ku langkahkan kakiku, apapun yang terjadi “saya siap menerima kosekuensi dari Dua Bela Pihak Keluarga”  berilah saya sedikit rasa keberanian untuk mengambil keputusan,  karena saya harus bertanggung jawab atas semua yang telah saya lakukan.

“Berilah Hamba Jalan Terbaik Ya Allah”

Amiiin Ya Robbal Alamin …
Dari Ku yang Berdosa Kepada Mu

“Fardan”

Sabtu, 14 Januari 2017

Mahasiswa Akhir : Legenda Skripsi

Buka-Bukaan Penderitaan Mahasiswa Skripsi: Sebuah Kisah Non-Fiksi
The Legend of Skripsi .
Creative : LMF | Cakra La Ode |
"Karena mahasiswa yang sedang skripsi butuh dipahami"
"Sudah tidak ambil kuliah, tapi skripsinya belum selesai-selesai?"
Satu kalimat. Sederhana. Berjuta makna. Berjuta rasa. Terutama buat kita semua yang sedang menjalani skripsi.
Mungkin, mereka yang sampai hati melontarkan kalimat itu tak memahami penderitaan para mahasiswa skripsi.
1. Pusing melihat buku di perpustakaan

Referensi, Referensi, Referensi, Jurnal, Skripsi, alumni, Entah di perpustakaan kampus, di perpustakaan daerah, atau di perpustakaan pribadi (maksudnya, harus beli). Yang pasti, para mahasiswa skripsi pastinya harus tegar bolak-balik ke tempat ini. Kata dosen, biar memperkaya ilmu dalam adu argumen.
2. Pusing melihat laptop

Cari bahan tambahan di internet, kata dosen. Apa daya, kehabisan paket internet. Jadi haruslah merogoh kocek untuk ke warnet. Walaupun pada akhirnya berakhir dengan surfing bebas di internet. *yang diikuti derai air mata dua jam kemudian karena tersadar malah cari hiburan bukan bahan buat skripsi"
3. Duit sekarat

Print, Kertas, Tinta, Entah ada berapa ratus lembar. Sekalinya dilihat dosen cuma lima menit, coretan besar melintang. Ganti. Revisi. Print lagi. Sakitnya bukan cuma di dompet, tapi juga di hati, kawaaan. "sakiiiittt koneee"
4. Kering nungguin dosen

Janjinya jam satu. Berjam-jam kemudian baru muncul. Tetap mesti pasang senyum meski hati mendongkol.
5. Terlibat cinta segitiga: mahasiswa-skripsi-dosen pembimbing

Ini mimpi buruknya dari segala mimpi buruk. Kitanya ingin buat apa, dosennya mengarahkan ke mana. Belum jika dosen pembimbingnya ada dua. Siap-siap aja, terbuang sekian banyak cucuran energi, keringat, air mata dan rambut yang rontok.
6. Kurang tidur

Inginnya sih bisa kerja skripsi siang hari atau sore hari. Apa daya ide baru muncul di kala malam. Sementara siang, harus berkeliling mencari nafkah referensi.
7. Kesepian

Masuk di masa skripsi, rasanya semua teman yang dulu sering pergi ramai-ramai mendadak menghilang. Ada yang sibuk skripsi, ada yang masih ngejar SKS yang tertinggal, ada yang sudah lulus. Hehe. "terlantar gitu rasanya".
EDITORS'PICKS
8. Emosi Tidak stabil
Yah, puncak dari semuanya, mahasiswa skripsi masih dibilang labil pula. Apalagi kalau dengar pertanyaan "Sudah sampai bab berapa?" Harap maklumi kami, kalau kami jadi suka marah-marah tidak jelas, kadang nangis, kadang ketawa histeris, kadang (terpaksa) mengurung diri di kamar. Yah, itu semua kami lakukan demi skripsi.
Tapi tidak apa-apa, kami semua ikhlas melakukan semuanya asal bisa melihat senyum bangga orang tua yang mengembang di hari wisuda.



Creative : LMF | Cakra La Ode |

Teringat Ketika Kita Lupa (Ampunkan Kami Tuhan)

​Perniagaan terkadang banyak membuat manusia lupa bahwa pada hakikatnya tujuan keberadaan manusia adalah untuk beribadah. Padahal senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan mengandung begitu besar pahala yang mungkin tidak pernah kita kira.

Maukah kamu aku tunjukkan amalan yang terbaik dan paling suci di sisi Rabbmu, dan paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir berkata, “Mau wahai Rasûlullâh!” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir kepada Allâh Yang Maha Tinggi.” (HR. Tirmidzi)

Jadi dengan mengingat Allah, kita dapat memperoleh kesempatan untuk meraih pahala yang begitu besar. Apalagi jika kita selalu mengingat Allah di setiap tempat dan suasana terutama ketika manusia-manusia lainnya terlena dan lalai dalam mengingat Allah SWT.

“Siapa yang berzikir dipasar dengan ikhlas ketika orang-orang lalai dan tersibukkan dengan urusan mereka, niscaya Allah mencatat baginya sejuta kebaikan, dan benar-benarakan mengampuninya pada Hari Kiamat dengan ampunan yang tak pernah terlintas di hati manusia.” (HR. Al Baghawi)

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38)

Jadi jangan anggap remeh sekecil apapun kebaikan yang dapat kita lakukan. Sesuatu yang kita anggap ringan ternyata mengandung sejuta kebaikan dan luasnya ampunan dari Sang Pencipta. Suatu perbuatan yang dianggap kecil di mata manusia mungkin justru itulah yang ternyata memberatkan timbangan kita di akhirat kelak.

Ada dua orang mukmin yang ketemu di pasar. Kemudian yang satu menasehatkan kepada temannya, ’Mari kita memohon ampun kepada Allah di tengah kelalaian manusia.’ Keduanyapun banyak membaca istighfar. Suatu ketika salah satu orang ini meninggal. Tiba-tiba yang hidup ketemu temannya dalam mimpi. Dia berpesan, ’Tahukah kamu, ternyata Allah mengampuni dosa kita sore hari ketika kita ketemu di pasar.’ (At-Targhib wa at-Tarhib, no. 2620)

“… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“[al-Ahzâb/33:35]
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,"
(QS. Al-Ahzab: Ayat 41)

Sabtu, 07 Januari 2017

Tentang Mahasiswa : Tugas yang Lama "Mahasiswa"

Cakra La Ode !

MAKALAH KEHIDUPAN MAHASISWA DI TEMPAT KOS

BAB 1

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Kehidupan anak kos yang berasal dari daerah lain atau kota lain yang biasa dikatakan dengan anak pendatang, sangat berbeda dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini contohnya bisa kita lihat dari segi sosial, budaya mereka dari asal mereka sendiri dan ekonomi mereka sangatlah jauh berbeda dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Sehingga mau tak mau mereka yang berasal dari daerah lain atau kota lain harus bisa menyesuaikan dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Tidak hanya itu, merekapun juga harus mampu mandiri dimana biasanya mereka ada orang tua sekarang apapun harus mereka lakukan sendiri.

Kehidupan anak kos diwarnai beberapa hal baru bagi pelakunya. Dimana hal-hal baru tersebut dapat berupa suatu pengalaman maupun masalah. Anak kos yang jauh dari orang tua tentu akan mengalami perubahan drastis dari keseharian mereka sewaktu tinggal bersama orang tua. Pergaulan merekapun juga menjadi sangat rawan di zaman sekarang ini. Jika salah bergaul, tentu akan terjerumus ke dalam hal-hal yang berupa penyimpangan. Untuk itu, anak kost diwajibkan untuk lebih extra hati-hati dalam bergaul.

B.Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut, maka yang menjadi permasalahan dalam perumusan masalah adalah:

Hal-hal yang menjadi warna dalam kehidupan mahasiswa di tempat  kos, dari segi positif dan negatif.

C.Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang penulis lakukan adalah mengatahui apa saja yang terjadi di dalam suatu kehidupan mahasiswa di kos baik dari segi positif maupun negatifnya.

D.Kegunaan Penelitian

Hasil yang didapat dari penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan bagi pembaca mengenai hal-hal negatif dan positif dalam kehidupanmahasiswa di tempat kos.

BAB II

KAJIAN TEORI

Pada dasarnya sistim sosial adalah: susunan sosial masyarakat dalam kesehari-hariannya bisa dalam lingkungan keluarga. Dalam wilayah tertentu, akan terdapat banyak perbedaan yang dapat kita jumpai karena tiap wilayah maupun keluarga mempunyai gaya hidup yang berbeda-beda, dengan contoh yang dapat kita lihat dari kehidupan sehari-harinya.

Ditinjau dari penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan.

Menurut survei , 80% mahasiswa memilih untuk “ngekos” , 15% mahasiswa ikut orangtua mereka berhubung mereka kuliah di dalam kota , 4% mereka memilih ngontrak rumah , dan 1% dari mereka memutuskan  membeli rumah karena mungkin orang tua mereka sangat mampu membiayai kuliah mereka. Kehidupan anak kos sangat bervariasi . Kehidupan tersebut kadang berdampak positif dan juga negatif . Dibawah ini beberapa dampak positif dan negatif dari anak kos :

Dampak positif :

1.       Lebih mandiri menjalani hidup karena melakukan semua hal sendiri tanpa orangtua

2.       Bisa mengatur keuangan sehari hari dan bisa lebih menghargai kiriman uang dari orang tua

3.       Lebih menghargai waktu yang ada karena harus membaginya dengan banyak hal

4.       Dan masih banyak lagi .

Dampak negatif :

1.       Menghabiskan waktu hanya untuk bersenang – senang dengan teman – teman

2.       Menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat

3.       Malas untuk melakukan semuanya sendiri , karena bisa dilakukan oleh orang lain . Misal : malas memncuci baju dan memilih untuk laundry .

4.       Dan masih banyak lagi .

Sebagian dari anak kos menganggap bahwa “ngekos” dan jauh dari orangh tua merupakan kesempatan untuk mereka meng ekspresikan apa yang mereka inginkan . Ada 3 tipe anak kos menurut survei ini:

1.       Mahasiswa pertama yaitu mahasiswa  yang benar benar ingin menimba ilmu dan menghabiskan waktunya hanya untuk hal yang bermanfaat . Tidak ada kata “hangout” bersama teman apabila keperluan tersebut tidak menyangkut tentang pelajaran yang tengah dihadapi di bangku kuliah . Mereka benar – benar memikirkan tujuan dan sikap apa yang harusnya diambil ketika  kuliah di tempat tersebut .

2.       Mahasiswa kedua yaitu mahasiswa  yang setengah –  setengah untuk kuliah . Mereka akan melakukan apa yang mereka inginkan tergantung “mood” . terkadang ada kemauan untuk belajar , tetapi hal tersebut bisa terlupakan karena pengaruh dari mahasiswa lainnya . Misalnya : Ketika ia berangkat kuliah , temannya mengajak nya untuk nongkrong di mall . Karena terpengaruh ajakan teman , ia akhirnya bolos kuliah .

3.       Mahasiswa ketiga yaitu mahasiswa yang benar benar tidak ada kemauan untuk belajar . mereka hanya menghabiskan waktu mereka untuk hal yang tidak bermanfaat. Contohnya : mereka membolos kuliah karena tidak menyukai dosen yang mengajar dan memilih nongkrong di mall , mereka masuk kuliah tetapi tidak pernah mencacat dan mendengarkan apa yang dosen jelaskan , orangtua mereka mengirimkan uang kepada mereka dengan tujuan digunakan untuk hal yang bermanfaat tetapi mereka menggunakannya untuk berhura – hura ,  dan masih banyak lagi contoh yang bisa di lihat disekitar lingkungan mahasiswa  . Seringkali mahasiswa mengabaikan kepercayaan dari orang tua mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan berdalih membayar uang SPP atau membeli buku .

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Pengumpulan Data
            Dalam mendapatkan data, penulis menggunakan metode sampling. Yakni suatu metode dengan pengambilan sampel secara acak. Pengggunaan sampel ditujukan agar dalam penelitian didapatkan data dengan kecermatan yang tinggi dan menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Pengambilan sampel secara acak memungkinkan data dapat dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan penelitian dapat diperoleh dari kelompok-kelompok sampel yang homogen. Pengambilan sampel ditempuh melalui cara: 
- Kuesioner
Pengumpulan data dengan membagikan sejumlah pertanyaan untuk diisi oleh beberapa mahasiswa.

B. Ruang Lingkup Analisis

Ruang lingkup analisis penelitian di adakan di lingkungan kampus. Dengan tujuan mahasiswa yang merupakan anak kos.

C. Analisis Data

Analisis yang penulis gunakan adalah analisis kualitatif yaitu  menganalisa data dengan menggunakan pendekatan secara teoritis untuk mendapatkan kesimpulan. 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Kehidupan anak kos memang dirasa sebagai suatu perubahan, dimana biasanya kita apabila di rumah selalu dilayani dan diawasi oleh orang tua. Tapi jika di tempat kos kita akan lebih bebas. Namun, kebebasan itu harus disertai dengan tanggung jawab yang lebih besar. Karena kehidupan anak kos memiliki bermacam-macam efek, dari positif hingga negatif.

Kehidupan anak kos memang identik dengan kehidupan yang serba apa adanya, yang penting bisa kuliah dan bisa makan, walaupun ada juga yang tidak begitu. Di sinilah kehidupan baru dimulai. Kehidupan yag mengharuskan kita untuk mandiri. Anak kos dituntut untuk bisa lepas dari kebisaan-kebiasaan yang dilakukan di rumah, karena kehidupan di rumah atau tempat asal sangat berbeda dengan kehidupan yang harus dijaani sebagai seorang anak kos.

Menurut hasil survei kami tentang kehidupan anak kos, dilihat bahwa matoritas jika bisa memilih mereka akan memilih tinggal bersama orang tuanya. Hal ini dikarenakan beberapa alasan seperti lebih nyaman, terjamin, ada yang mengurusi segala kebutuhan mereka, dan dapat tinggal bersama orang yang mereka sayangi. Namun, ada pula yang lebih ingin tinggal di rumah mereka sendiri karena akan dirasa lebih tenang. Adapula yang memilih tinggal di tempat kos karena denngan berada di tempat kos akan membuat mereka lebih bebas tanpa ada tekanan. Apapun dan dimanapun kita akan tinggal nantinya, tentu diharapkan kita akan menjadi orang yang bermanfaat di daerah tersebut.

Tempat kos yang mereka sewa, mayoritas sebagai tempat tidur dan tempat dimana mereka mengerjakan tugas maupun laporan. Karena sebagai mahasiswa, waktu akan banyak terbuang di kampus. Sabagai anak kos tentulah mereka dituntut untuk lebih mandiri dalam berbagai hal karena mereka jauh dari orang tua mereka. Hal-hal seperti ini banyak menimbukan masalah yang harus dihadapi anak kos. Masalah yang sering muncul dari kalangan anak kos dimulai dari tempat kos mereka. Banyak diantara mereka telah nyaman dengan tempat kos mereka karena sesuai dengan apa yang mereka kehendaki, tempatnya bersih, ada kantin tempat makan sehingga mereka tidak repot dalam mencari makan, dan fasilitas yang membuat mereka nyaman. Namun adapula yang merasa tidak nyaman karena ketidakmampuan bersosialisasi dengan penghuni lain dan kondisi tempat kos yang jauh dari harapan mereka.

Masalah lain timbul dari segi keuangan. Sebagai anak kos, mereka dituntut untuk serba mandiri dalam menghadapi permasalahan yang ada. Dengan uang saku yang rata-rata dibawah satu juta tiap bulannya, beberapa dari mereka telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dengan uang saku tersebut tiap bulannya. Uang memang menjadi kebutuhan mereka yang paling dominan, karena dengan uang mereka mampu membeli barang-barang yang tentu akan dibutuhkan selama mereka berada di tempat kos. Namun, beberapa anak juga ada yang merasa uang yang mereka terima dari orang tua meraka masih kurang. Untuk mengatasi masalah itu beberapa mencoba untuk membuka usaha demi mendapatkan uang. Ada pula yang melakukan penghematan besar-besaran bahkan hingga memotong uang makan mereka. Sehingga pola makan mereka menjadi tidak teratur. Pola makan yang tidak teratur ini tidak hanya disebabkan karena mereka berhemat, tapi juga karena mereka terlalu sibuk mengerjakan tugas dan laporan yang menumpuk sehingga mereka lebih memilih mengorbankan waktu makan mereka untuk mengerjakan laporan maupun tugas. Jika di rumah orangtua tentu makan mereka akan terjamin dengan waktu yang tetap. Sekarang untuk makan mereka diharuskan mencari sendiri dan terkadang hal itu pula yang membuat kebanyakan anak kos lebih memilih mengerjakan laporan atau tugas daripada mencari makan. Sehingga pola makan merekapun berubah menjadi tidak teratur.

Dalam memperoleh suatu informasi, anak kos yang beruntung di tempatnya terdapat televisi, dapat memperoleh informasi dari media tersebut. Namun bagi yang kurang beruntung, mereka memilih membeli koran maupun mendapatkan info melalui media internet. Namun, dalam perihal rindu kampung halaman tidak semua mampu mengobatinya. Mereka yang beruntung dengan uang saku yang lebih mampu pulang kampung tiap 2 minggu untuk bertemu keluarga dan melepas kerinduan. Untuk mereka yang tidak sanggup melakukan hal itu, cukup dengan bermain game ataupun jalan-jalan dengan teman dan melakukan hal positif lainnya, sudah mampu membuat mereka sejenak melupakan kerinduan mereka. Lagipula mereka harus berhemat agar uang saku cukup hingga akhir bulan.

            Kehidupan anak kos yang jauh dari orang tua menjadikan beberapa dari mereka seolah-olah merasa bebas dari aturan yang selama ini mengekang mereka. Banyak kabar negatif yang terkadang keluar dari kehidupan anak kos. Seperti yang telah biasa terdengar yakni tentang bebasnya anak laki-laki dan perempuan berada di dalam suatu kamar. Merasa tidak ada pengawasan dari orang tua, mereka berani berbuat sesuatu yang menyimpang dari nilai dan norma masyarakat. Beberapa dari anak yang kami survei ternyata telah mengetahui pula tentang hal ini. Namun, ada pula yang belum mengetahuinya.

            Baik bagi yang sudah mengatahui maupun belum, mereka sependapat bahwa mahasiswa yang jauh dari orangtua tidak sepantasnya melakukan hal seperti itu. Jauh dari orangtua bukan berarti bebas melakukan apa saja, anak kos jauh dari orangtua karen alasan untuk kuliah dan belajar bukan untuk bersenang-senang. Jadi, sebagai anak kos yang jauh dari orang tua seharusnya tidak merasa bebas dari segala aturan dan bebas melakukan apa saja. Namun, seharusnya mereka mampu lebih menjaga diri dengan baik dan tidak menyalahgunakan kepercayaan serta tanggung jawab yang telah diberikan orangtua kepada mereka. Lagipula, tempat kos bukan tempat untuk melakukan hal-hal seperti itu.

            Beberapa solusi mereka kemukakan untuk mengatasi hal tersebut. Seperti di antaranya mulai dari diri sendiri dengan pandai-pandai menjaga diri, memperdalam ilmu agama, pilih-pilih dalam berteman, cermat dalam memilih tempat kos (usahakan agar dekat dengan ibu kos atau pemilik tempat kos), menjauhi hal-hal yang berbau negatif, dan banyak mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif.

BAB V

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Kehidupan anak kos dirasa sebagai suatu perubahan besar dalam kehidupan mahasiswa yang harus bekuliah jauh dari daerah asal dan orangtuanya.  Banyak hal yang dapat dialami oleh anak kos. Hal-hal tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif

Dampak positif nya mereka akan dituntut untuk lebih mandiri, karena mereka jauh dari orangtua maka apapun harus mereka lakukan sendiri. Melatih mereka untuk mengatur keuanganya, jika ingin bartahan hingga akhir bulan nanti. Lebih bisa menghargai waktu dan mengatur sesuai agenda mereka saat itu.

Dampak negatifnya bagi mereka yang tidak peduli dengan orangtua, dan merasa telah terbebas dari aturan orangtua, mereka akan melakukan hal-hal yang menyimpang dari nilai dan norma, seperti melakukan seks bebas, mengkonsumsi narkoba, memanfaatkan uang yang diberikan orangtua untuk bersenang-senang. Semoga hanya sedikit dari kita atau mungkin justru tidak ada yang terjabak dalam hal-hal seperti itu.

B.    Kritik dan Saran

Demikian makalah yang dapat penulis sampaikan, semoga dapat memberikan pengetahuan bagi mereka pembaca. Dengan menyingkirkan kesombongan dalam diri dan tiada gading yang tak retak, penulis tetap mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan karya penulis di masa mendatang.

Daftar Pustaka

Lampiran

-2 lembar kuesioner

-36 hasil kuesioner

-Foto bukti pengisian kuesioner

Kuesioner

Kehidupan Anak Kost

Tolong diisi dengan baik dan benar

Nama               :

NIM                :

Prodi                :

Alamat kost      :

Menurut anda lebih nyaman tinggal dimana?

�       Rumah orang tua

�       Rumah saudara

�       Tempat kost

�       Lain-lain,.................................

Berikan alasan

............................................................................................................................................................................................................................................................

Apakah menurut anda tempat kost yang ada tempati sekarang sudah nyaman?

�       Sudah,

�       Belum,

Berikan alasannnya,

....................................................................................................................................................................................................................................................................................

Problem apa saja yang anda alami selama menjadi anak kost?

................................................................................................................................................................................................................................................................................

Apa solusi anda dalam mengatasi problem tersebut?

..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Kegiatan apa saja yang biasanya anda kerjakan sesampainya di kost, setelah kuliah?

�       Tidur

�       Nonton film

�       Mengerjakan laporan

�       Lain-lain,..........................................................

Kebutuhan apa sajakah yang anda perlukan selama berada di tempat kost?

....................................................................................................................................................................................................................................................................................

Berapa uang saku yang ada terima setiap bulannya?

................................................................

Sudah cukupkah uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan anda selama berada di kost?

�       Sudah,

�       Belum,

Lantas usaha apa yang anda lakukan jika belum,

..............................................................................................................................

Selama menjadi anak kost, bagaimana pola makan anda?

�       Teratur

�       Tidak teratur

Berikan penjelasan akan hal itu,

...................................................................................................................................................................................................................................................................................

Selama berada di tempat kost, informasi atau hiburan yang anda peroleh berasal darimana saja?

�       TV

�       Koran

�       Internet

�       Lain-lain,...............................

Seperti yang kita tahu bahwa tempat kost terkadang dijadikan sebagai tempat melakukan “seks bebas” yang lumrah di beberapa kalangan mahasiswa. Bahkan, beberapa tempat kost seakan-akan malah sengaja menyediakan tempat bagi mereka, apa tanggapan anda mengenai hal ini:

            ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Apa usaha anda untuk menghindari hal tersebut?

            ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................