Kamis, 28 Juli 2016

Empat Makhluk Penyebab Skripsi Macet (Dilangsir dari Komik Mahasiswa)

Sebenernya ada jutaan hal yang bisa bikin skripsi macet. Gue nggak mungkin nyebutin semuanya. Selain karena gue belum mengasuransikan jari tangan gue yang berpotensi putus tanpa gue sadarin waktu ngetik, penyebab macetnya skripsipun sebenernya kita sendiri yang membuatnya. 
Ketika hal yang nggak penting menjadi penting. Fenomena Skripsi.

Berikut 4 Makhluk Penyebab Skripsi Macet
1. Temen



Mau temen baik, temen sejurusan, temen tapi mesra, temenin aku dong, dan lain-lain. Hal yang selalu bikin kita lemah apalagi kalau bukan ajakan yang universal dan bisa dimengerti setiap suku di Indonesia ini yaitu "Main yuk". Mungkin kalau diibaratkan pas lo ngerjain skripsi ini kayak ketika lo sedang disuruh nyebrang jurang meniti tali setipis tali beha, lalu tiba-tiba seorang temen menawarkan sebuah pilihan "Mau numpang helikopter gue?" . Yak, pilihan yang sulit... TENTU AJA MUDAH BANGET BLOK. Orang habis ditabrak bis pun udah tahu bakal ambil pilihan mana dan dengan alasan yang klasik. "Duh kalau nolak dikira nggak asik nih". Oke. Fine. Skor temen lo 1 dan skor lo 0 besar yang berisi harapan skripsi lo bakal kelar sendiri habis lo pulang dari main tiada henti.
Tips: 
-Pura-pura sakit (kalau dibawa ke UGD, bilang udah enakan tapi masih ngidam steak)
-Pura-pura kere (Kalau dibayarin, ya terima aja sih)
-Pura-pura pergi ama pacar (checkin aja di path random sama lawan jenis asal yang avatarnya oke)

2. Pacar

Gue udah bersumpah dari dulu. Kalau punya pacar yang ngasih gue pertanyaan, "Kamu pilih aku apa skripsi kamu?" Gue bakalan jawab. "SAYANG , KAMU CANTIK CANTIK KOK SUKA LUPA SIH, LUPA NINGGALIN OTAK DI RUMAH" Lagian, geblek banget cemburu sama skripsi. Tapi emang bener sih, susah banget kalau pacar udah ngajakin main pas kita lagi pengen serius skripsian. Sebenernya nggak jauh beda sama temen, cuma pilihan ini lebih susah ditolak, kalau diibaratin kayak lo disuruh milih mau ditabrak pake bis atau dipeluk cewek cantik sambil naik bis. Gitu doang sih.
Tips: 
-Ngerjain skripsi di cafe sambil pegangan tangan (lah yang ngetik siapa?)
-Kasih pengertian ke pacar kamu "Sayang, kalau kamu aku nggak lulus-lulus, nanti kalau aku ketemu maba yang lebih cantik daripada kamu gimana?" dijamin pacar kamu berhenti ngajakin main sekaligus...............menampar.
3. Dosen

Gue nggak mau ngomong banyak. Ini sebenernya tergantung lo aja sih. Ada yang udah enak-enak dapet dosen asyik, tapi kepetnya malah dikasih ati minta jantung. Dosennya udah enak banget, ngerjain skripsinya kayak bekicot disuruh jalan pelan-pelan. Ada juga yang udah onfire banget, malah dapet dosen pembimbing yang disinyalir mengalami PMS 3 jam sekali. Kadang kita emang lupa bersyukur kalau hidup kita itu udah enak banget.
Tips: 
-Banyak-banyak berdoa dan membawa sesajen kepada dosen.
-Banyak-banyak main ke rumah dosen
4. Film

 
Film konon adalah olahraga yang sedang diusulkan di cabang atletik olimpiade 2016 besok. Maraton Film. Film Membuat moto hidup gue menjadi gabungan dari makna skripsian dan menonton film. "BAHAGIA DAN SUSAH ITU HARUS IMBANG : 1 JAM SKRIPSI DIBALAS 6 JAM NONTON FILM DOWNLOADAN". Mungkin kalau Mario Teguh tahu moto hidup gue kayak gitu, dia bakal dateng langsung di kamar sambil ngomong "Get a life son". Selain itu frekuensi gue ke bioskop berubah total selama skripsi dari penonton XXI jadi "Ini orang pegawai XXI apa ya kok gue lihat terus di bioskop?". Oh, kalau di akhirat nanti Tuhan nanya ke gue "Apa yang kamu perbuat semasa hidupmu?" mungkin gue nggak bakal jawab tapi bakal nanya "Warnet di surga koleksi filmnya lengkap nggak?"
Tips: 
(ON PROGRESS)
Kalau gue udah nemu solusinya gue kasih tahu. Sementara masih belum nemu.

Masih banyak lagi penyebab kemacetan skripsi yang bakalan lo temuin, masalahnya cuma bisa diselesaikan sama diri lo sendiri.

Ketika Tulisan Rakyat Bercerita

Akhirnya aku mengerti, bahwa selama masyarakat mendapatkan makanan yang layak, tempat tinggal yang layak dan perlindungan serta keadilan, mereka tidak akan peduli dengan apa itu yang namanya politik. Sayangnya, hingga saat ini mereka belum mendapatkannya. 

Ketidakmerataan kesejahteraan serta ketidakadilan yang di dapatkan sebahagian besar orang menjadi pemicu muncul perlawan terhadap penguasa. Sekarang, begitu banyak penguasa (pemerintah) mencoba menjinakkan rakyat dengan propoganda-propoganda manis, dengan sejuta harapan bahwa masyarakat akan menerima ketidak adilan yg mereka peroleh. 



Namun, sekali lagi saya katakan mereka tidak peduli dengan janji-janji. Mereka membutuhkan beras untuk dimakan dan rumah untuk ditingali. Namun ingat pula, walaupun masyarakat sudah mendapatkan makanan dan tempat tinggal yang layak, tidak cukup sampai di situ. Masyarakat bukanlah hewan ternak yang hanya cukup diberi makan dan kandang yang layak selanjutnya siap untuk dimanfaatkan. 

Masyarakat harus tetap diperlakukan sebagaimana kondratnya, yaitu manusia yang memiliki kehendak bebas. Andai saja penguasa mengerti bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, tak perlu dia jenderal yang memenangkan ratusan pertempuran dan tak perlu dia yang dilahirkan dari garis keturunan seorang raja. Aku ingin mengatakan, pemimpin sejati tidak dilahirkan, tetapi ditempa dengan kerja keras dan pengorbanan. Ditempa dari rasa sakit, ditempa dari rasa kepedulian dan yang terutama dia yang memiliki kasih sayang di dalam dirinya. Siapapun itu, akan menjadi permata yang mampu membawa masyarakat dalam kondisi yang sejahtera. 

Aku yakin dalam kepeminannya tak akan ada cacian dan cercaan yang ditujukan kepadanya. Mungkin masyarakat terlalu polos untuk menggugat. 

Masyarakat juga tidak peduli apa itu revolusi, reformasi atau pun restorasi, yang mereka mau hanyalah hak mereka diberikan sesuai proporsinya. Hak atas kesejahteraan, keadilan dan perlindungan sebagai suatu upah dari penundukan sebahagian dari kehendak bebas yang mereka serahkan kepada negara. Jadi berhenti lah beretorika atau meniupkan angin janji-janji palsu.


Creative By/Penulis: La Ode Muhamad Fardan 
Penulis pada Blogger Cakrwalasultra.com

Selasa, 26 Juli 2016

Cerita Seorang Pemuda Miskin

Alkisah, hiduplah seorang pemuda tampan dan nyaris sempurna. Selain tampan, ia pun terkenal kaya raya, ramah kepada sesama, dan gemar membantu orang yang kesusahan. Kebaikannya begitu semerbak dan ketampanannya demikian memikat, hingga ke mana pun ia melangkah orang-orang senantiasa menghampirinya untuk sekadar menyampaikan kekagumannya ataupun kebutuhannya.
Masih di kota yang sama hidup pula seorang pemuda yang sangat tampan cerdas. Namun sayang ia begitu miskin, hingga untuk makan saja ia harus berjuang keras untuk mendapatkannya. Bajunya yang demikian lusuh dan penuh dengan tambalan telah menyembunyikan ketampanannya dari perhatian orang-orang. Hampir tak satu pun warga yang mempedulikannya, hanya pada saat mereka membutuhkan orang untuk mengerjakan pekerjaan kotor dan menjijikan mereka menyuruhnya untuk mengerjakannya dengan upah alakadarnya.
Si pemuda miskin itu menjadi sedih dan kesepian. Kesedihannya kian menjadi saat melihat pemuda tampan dan kaya raya itu, betapa pemuda itu begitu diperhatikan dan dielu-elukan. Pemuda miskin itu selalu berharap bahwa suatu saat nanti orang-orang juga akan memperhatikan dirinya karena ia juga memiiki banyak hal yang ingin ia bagikan kepada orang banyak.
Suatu hari pemuda miskin itu memberanikan diri menemui pemuda kaya raya tersebut. “Permisi” katanya dengan suara parau dan lirih. “Bolehkah saya meminta bantuan anda?” Pemuda kaya raya yang baik hati tersenyum kepada pemuda miskin itu.
“Tentu saja” jawabnya. “Apa yang bisa saya bantu?” tanyanya dengan tulus.
“Begini” kata pemuda miskin itu. “Anda sangat tampan dan kaya, sehingga semua orang demikian memperhatikan dan ingin bertemu dengan anda. Sedangkan saya hanyalah pemuda miskin yang tidak mampu berpenampilan menarik dan indah, hingga tak ada seorangpun yang ingin memperhatikan saya. Saya ingin sekali kau meminjamkan salah satu baju terbaikmu dan berjalan keliling kota bersama-sama anda, walau hanya sehari saja. Mungkin dengan demikian orang-orang akan memperhatikan saya dan mau mendengarkan saya, karena banyak sekali yang ingin saya bagikan kepada mereka. Ah, andai saja mereka tahu.”

Mendengar permintaan pemuda miskin itu, pemuda kaya raya yang baik hati itu segera mengabulkannya.
Keesokan harinya, pemuda tampan dan kaya raya itu memakaikan salah satu pakaian terbaiknya kepada pemuda miskin itu dan mengajaknya berjalan-jalan berkeliling kota bersamanya. Di mana-mana, seperti biasa, orang-orang sibuk memperhatikan pemuda tamapan yang kaya raya itu. Sekarang ia dan pemuda tampan yang berbusana indah yang berjalan bersamanya. Selama perjalanan, pemuda miskin yang cerdas itu bercerita tentang berbagai hal kepada pemuda yang tampan dan kaya itu. Tahulah sang pemuda tampan dan kaya itu bahwa pemuda miskin ini memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segala hal dan kehidupan.
Sejak saat itu mereka pun kemudian bersahabat, dan ke manapun pemuda tampan dan kaya raya itu pergi sahabatnya itu selalu menyertainya. Warga pun kian bahagia karena selain pertolongan dari si pemuda kaya, kini mereka pun memiliki tempat bertanya dan mendengarkan kisah-kisah luar biasa dari si pemuda miskin itu.

Siapakah nama pemuda miskin berbaju jelek itu? Dialah yang hari ini sering dikenal dengan nama ‘Islam’. Dan siapakah pemuda tampan yang kaya raya itu? Dialah yang hari ini lebih dikenal dengan nama ‘Amal’.
—

Creativ by : Fardan
Editor : La Ode Muhamad Fardan

Tulisan Untuk Kesekian Kalinya

Catatan hari ke sekian

Ada degup jantung yang cepat ketika terbayang semuanya
Ternyata sungguh ini tak mudah
Tak semudah yang d bayangkan
Ini catatan ku...
Catatan hari demi hari yang ku lewati dalam harap dan cemas
Dalam khawatir di iringi degup jantung bak org yang sedang berlari d pagi hari
Ada bagian bagian dalam diri kita yang harus d lewati oleh diri kita smdiri
Tanpa org tua atau saudara maupun sahabat
Walau sejatinya kita memang sendiri
Tapi ternyata tetap ada bagian dari hidup kita yang benar benar sendiri
Ini catatan ku
Dalam hari hari yang ku lewati dalam menanti sebuah kepastian
Ternyata seperti ini rasanya
Rasa bahagia yang mungkin di rasakan sepasang kekasih yang jatuh cinta
Tapi bagiku ini lebih mirip seperti menanti d panggil masuk ke ruang sidang
Ada sebuah balasan cv 
Inilah cara kami berikhtiar terhadap cinta itu
Ada sebuah harapan
Tapi ini bedanya yang aku rasakan dan gadis gadis lain rasakan
Mungkin mereka akan bahagia bak menjadi ratu yang telah d jemput pasangannya
Tapi yang kurasakan justru jauh dari kata bahagia
Sungguh semakin memikirkan maka semakin banyak ketakutan yang muncul
Sungguh inilah bedanya ...
Inilah beda nya ta'ruf dan pacaran
Inilah rasanya
Semakin d Fikiran maka semakin merasa kecil diri ini
Semakin di rasakan maka akan semakin banyak pertanyaan yg muncul
Dan sungguh maha besar Allah dengan segala kuasanya
Sungguh ... 
Akhirnya sampai lah pada titik dimana Kita sadar bahwa kita  bukanlah apa apa
Ada yang lebih berkuasa Disana 
Dapat yang telah menuliskan semuanya dengan indah
Jangan pernah burukan pandang mu
Prasangka mu
Sungguh semua telah di atur nya sedemikian rupa
Sungguh Dia Lah yang lebih mengetahui mana yang disebut pantas dan tak pantas
Sungguh manusia adalah makhluk yang lemah
Ya Rabb yang menggenggam hati ini
Ku titipkan semua rasa ku ini, khawatir ku, takut ku, ragu ku
Biarlah ini menjadi pembelajaran bagiku
Seperti apa akhirnya
Semua kuserahkan pada Mu
Pada zat yang Maha Sempurna
Cukuplah Pantas atau tidak
Baik atau tidak
Layak atau tidak
Biarkan itu menjadi hak prerogatif Mu
Sungguh aku hanya ingin menekmati takdir yang telah Kau tulis 
Dan menyaksikan semua hingga semua akan indah pada waktunya .
Creative by : La Ode Muhamad Fardan

Janji untuk Kemudian Hari "Suatu Saat Ku"

Janji untuk kemudian hari" Fardan Ode"

Sama seperti malam malam yang lain.. Malam ini masih terasa sama
Ada sekian banyak pertanyaan dalam hati yang pun mungkin hanya hati pula yg mampu menjawab
Ada sekian banyak ketakutan atau lebih tepatnya mungkin sebuah kekhawatiran...

Inilah iman
Kadang dia naik, pun kadang dia terjun bebas sesuka hati
Dan mungkin malam ini adalah sesi dia terjun bebas...

Malam ini sama dengan malam malam yg lain
Ini masalah sederhana tapi mungkin jadi rumit karna sang diri menjadikannya terlihat rumit
Ada dua wajah yang setiap aku memandang maka setiap itu pulalah kekhawatiran langsung menyergap

Mungkin ini sebuah pertanyaan konyol
Pertanyaan yg berulang kali sering aku tanyakan pada Allah
Ya Allah.. Setiap hamba sudah di takdir kan memiliki jodohnya .. Maka semoga pun ada takdir jodoh yg datang pada ku
Pertanyaan yang seolah tak ada lagi iman d hati
Karna meragukan Janji Nya

Tapi inilah manusia
Pertanyaan ini yang menghantui setiap malam
Yg menemani sekaligus melengkapi d dalam masa masa penantian

Ada dua wajah yang ketika memandangnya  maka seketika itu juga pertanyaan itu akan muncul menari dengan indahnya menguasai hati
Kenapa??

Karna mereka sempurna, terlahir dgn fitrahnya yg sempurna...
Dan aku... Lebih mirip apa adanya
Lalu apa yg bisa membuat orang lain memandang..
Bisakah aku mendapatkannya..
Bisakah aku juga merasakan manisnya jatuh cinta???

Ya Rabb
Ingin menetes rasanya air mata ini
Semoga kau menyisakan satu perempuan baik untukku
Yang mau mencintaiku tanpa memandang fisik ku

Semoga jodoh itu bukan hanya milik si cantik/ganteng atau si tubuh kurus semampai
Kenapa aku harus takut pada janji Allah??
Mungkin ini lebih karna iman ku yang masih compang-Camping
Amalan yang msh bolong bolong..
Atau hati yg masih jauh dari kata ikhlas

Yaaaa Rabb
Aku akan cerita tentang 2 orang itu

Yang pertama adalah saudara ku sendiri
Adik lebih tepatnya
Secara fitrah dia memang terlahir dengan ganteng.. Dan kita bagaikan langit dan bumi
Dia telah berpacaran entah 2 atau 3 tahun lama nya
Sungguh aku tak ingin menghalanginya bahagia
Tapi aku pun tak sanggup jika harus d langkahnya
Alhamdulillah masa kuliah dapat memperpanjang nafas ku
Setidaknya mungkin aku punya waktu 1tahun untuk ikhtiar demi tak menzolimi
Semoga ada takdir baik yang Allah tuliskan untuk ini..

Yang kedua
Dia sahabat yang mungkin sudah lebih dari saudara
Dia terlahir dengan penampilan baik
Tubuh indah
Dan mungkin sempurna dengan Sikap lembutnya

Jelas kita beda.. Masih sama mungkin bagaikan langit dan bumi

Dia pernah berjanji
Bahwa dia tak akan menikah sebelum aku menikah
Sungguh luar biasa hatinya

Tapi jujur setiap melihat wajahnya yang terlintas adalah
Bagaimana jika ternyata takdir itu lebih dulu menghampirinya
Apakah dengan keegoisan yang aku punya, aku harus menghentikannya
Atau justru belajar mengikhlaskan ya

Entah...

Semoga Allah tak menguji ku dengan dua keadaan di atas

Sungguh entah harus dengan jalan apa aku melaluinya
Inilah alasan pertanyaan itu muncul dan bukan hanya sekali
Inilah alasan ke khawatirkan itu hadir

Allah... Semoga kau menyisakan satu perempuan baik untukku
Dimana dia tak keberatan menerima semua apa adanya aku...
Dimana dia bisa bersabar dengan semua tingkah konyol ku
Dimana aku bisa mengabdi dan berbagi cerita
Dimana aku bisa tertawa sekaligus menangis  bahagia ketika bersamanya
Dimana aku bisa belajar menjadi dewasa di sisinya

Jika memang ujian itu datang
Satu hal yang bisa aku janjikan
Aku akan hadapi
Tak akan pernah aku lari
Dan jika ujian itu adalah yang Engkau Ridhoi
Maka aku akan memilih untuk membiarkan mereka melangkah tanpa harus menghalangi...

Mungkin mudah hari ini berkata
Karna sungguh ini masih sebuah kekhawatiran semata
Tapi justru sengaja aku menulisnya
Aku takut nanti lupa justru ketika ujian sebenarnya itu datang
Maka biarkan tulisan ini yang menjadi pengingatnya
Bahwa aku memilih untuk mengikhlaskan dan membiarkan mereka melangkah

Urusan hatiku
Biar ku titipkan padaMu
Tapi mungkin kau harus mengizinkan ku menangis
Mungkin seminggu atau mungkin lebih
Tapi biarlah
Biar ini jadi sisiku
Dan aku akan tetap ada untuk menatap semuanya dengan sempurna

Karna aku yakin
Allah menyisakan satu
Perempuan baik untukku
Dia akan datang
Dan aku memilih untuk menunggunya dengan Caraku...


Ceritaku/Penulis : La Ode Muhamad Fardan


Penulis adalah Penyihir Abadi

Jatuh cintalah pada seorang penulis
Maka kisahmu akan abadi..
Sungguh indah ketika kau berhasil meluluhkan hati seorang penulis
Dimana kata indah akan hadir 
Dimana setiap kisah akan menjadi lembar demi lembar bagian abadi
Ketika bahagia menjadi bagian manis 
Dan haru menjadi bagian romantis
Seorang penulis adalah penyihir 
Maka ketika bersamanya bagian kisahmu akan tertulis sempurna ...
Tapi bagaimana jika sebaliknya...
Bagaimana jika ternyata tak ada seorang penulis yang jatuh cinta Padamu..
Maka jadilah penulis itu
Dimana setiap kisah akan menjadi lembar demi lembar bagian abadi
Dan rindu mu akan jadi pemanis dari kisah mu
Jadilah penulis
Dimana bagian terbaik ketika kau mengadu adalah dengan untaian kata kata yang menyatu
Dimana bagian terbaik dari kau tertawa adalah dengan rangkaian makna yang terurai sempurna
Jadilah seorang penulis
Agar kelak cintamu bisa abadi
Agar kelak bagian singkat hidupmu bisa abadi.. 
Agar kelak bahasa sederhana cinta menjadi terucap sempurna
Agar kelak kau mengerti, bahwa hidup tak lebih dari lembaran lembaran kisah dimana sesungguhnya kita Lah penulisnya
Maka biarlah tiap lembar itu tertuliskan 
Dan biar kan cinta menjadi pelengkap bagiannya ...
 
 
Penulis : La Ode Muh Fardan