Tampilkan postingan dengan label Ragam Rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam Rakyat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 April 2017

Pemanfaatan Dana Desa 2016 - 2017

Selamat Sore! "petang" kota kendari

Hasil Pemanfaatan Dana Desa 2016

Pada tahun 2016, dana desa dialokasikan sebesar Rp46,98 triliun. Berdasarkan total tersebut, rata-rata dana desa yang diperoleh per desa mencapai Rp643,6 juta. Realisasi penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Penggunaan dana desa tersebut utamanya digunakan untuk peningkatan kualitas hidup, penanggulangan kemiskinan, kesejahteraan masyarakat, serta perluasan skala ekonomi individu dan kelompok.

Berdasarkan data periode 12 Maret 2017, hasil pemanfaatan dana desa tahun 2016 khususnya bidang pembangunan diantaranya yaitu pembangunan jalan desa sepanjang 66.884 km, 12.596 unit irigasi, serta 7.524 posyandu. Selain itu, dana desa juga dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat, diantaranya pelatihan kewirausahaan desa untuk pemuda, serta pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Kini, pada tahun 2017, besaran dana desa meningkat hingga Rp60 triliun. Peningkatan tersebut ditujukan untuk penguatan desentralisasi fiskal serta mewujudkan Nawa Cita, khususnya poin membangun dari pinggiran.

Mari bangun desa untuk membangun Indonesia. Kawal pembangunan di daerahmu!

Bila temankeu menemukan indikasi penyalahgunaan anggaran dana desa, laporkan via Lapor1708 melalui sms 1708, website www.lapor.go.id, serta aplikasi lapor. Selain itu, temankeu juga dapat melaporkan melalui call center Kementerian Desa PDTT melalui 1500040 atau sms center 081288990040 / 087788990040.

#DanaDesa
#AyoBangunDesa
#SadarAPBN

Kamis, 28 Juli 2016

Sang Perampok

Mau ke mana kamu Kiri kanan tembok Ke belakang ada jurang Ke depan dikejar hutang Pergi ke masa depan yang mana kamu Perjalananmu dipimpin perampok Di depan sana kamu ditunggu berbagai kelompok Yang masing-masing siap menjadi perampok Kamu dihadang oleh daftar kesengsaraan baru Orang yang mewakilimu menjualmu Orang yang kamu percaya mengkhianati cintamu Karena kamu tak mau belajar apa yang sebenarnya kamu tunggu Perampok-perampok bergilir memperkosamu Janji mereka kamu bayar dengan darah bahkan mautmu Kemudian tetap kamu junjung-junjung di pundakmu Bahkan terus saja kamu bersujud bersimpuh dengan dungu 

Perampok-perampok berbaju malaikat Perampok-perampok berludah ayat-ayat Perampok-perampok mencuri jubah kebesaran Tuhan Yang lain berbaris jadi pengemis dan pekatik Perampok-perampok berwajah demokrasi Berkaki kepentingan, bertangan keserakahan Perampok-perampok mengelus rambutmu dengan cinta Kemudian menikam punggungmu dengan dengki dan santet Delapan tahun silam kubilang perahu sudah retak 


Lima tahun kemudian kelasi diganti Perahu retak perahu oleng perahu bocor Dan setiap kelasi yang baru berlomba menambah bocoran-bocoran Politik hanya kepentingan Demokrasi adalah persepsi atas dasar kebencian Pemilu adalah perebutan buah kuldi Yang memelorotkan derajat Adam dari sorga ke kehinaan dunia Mau ke mana kamu Berpikir untuk juga menjadi perampok Mengacau negeri ini agar secepatnya membusuk Atau menguasainya, atau meninggalkannya Mau ke mana kamu Di mana gerangan harapan kini bersemayam Kalau yang sesungguhnya engkau lawan Adalah kotoran di dalam dirimu sendiri Tokoh-tokoh yang kau benci Sebenarnya mainstream dari arus napsumu sendiri Sementara tokoh-tokoh yang engkau cintai Kamu perbudak agar membukakan lapangan kerakusanmu Jadi, berhati-hatilah, jangan percaya kepadaku 

Waspadalah kepada setiap yang kukatakan kepadamu Tak semua diriku bisa kuperkenalkan melalui kata-kata Sebab beo, komputer dan tape recorder pun gampang membohongimu Kuajak kamu melingkar, bernyanyi, Menata hati, menjernihkan pikiran Belajar dewasa dalam perbedaan Belajar arif dalam lingkaran keberagaman Berlatih memohon agar Tuhan menjadi penghuni utama hati 

Menjadikan seluruh rakyat sebagai subyek utama dari fungsi akal Latihan bergembira, latihan tenteram, latihan tak berputus asa Kita bangun negeri akal, negeri orang dewasa, negeri nurani Menemukan Indonesia yang sejati Dan jika yang bernama Indonesia ini tak menerimanya Tetap cintailah ia. Buka hati dan kesabaranmu Untuk memaafkannya dan mendengarkan keluhannya

Selasa, 17 Mei 2016

SUARA DEMORALISASI, TANTANGAN PEMUDA

Cretive by Fardan Ode .

Kisah mempesona para pejuang muda dari masa nabi sampai era reformasi ternyata tidak semua bisa diikuti oleh para pemuda saat ini, sebab disamping ada pemuda yang menjadi aset kekuatan positif dan kebaikan, ada pula pemuda yang justru menggunakan potensi mudanya justru untuk sebaliknya. Mereka justru berpihak pada kebatilan, menentang dan menghadang arus kebenaran. Mereka menjadi kaum muda yang pragmatis, hedonis, materialistis dan kehilangan idealis dan daya kritis. Seorang ulama Pakistan, Abul A’la Al Maududi memberi gambaran pemuda sebagai berikut : “Potensi pemuda ini tak ubahnya seperti pedang nan tajam. Ia bisa digunakan oleh pejuang Allah dan dapat pula digunakan oleh para perampok.”

Memang tak dapat dipungkiri, pemuda juga merupakan bagian dari makhluk sosial yang tidak bisa terpisahkan dari interaksi sosial sekitarnya. Disamping memiliki idealisme dan semangat yang cukup tinggi, maka tantangan yang ada di depan matanya juga tidak sedikit. Manusia secara fitrah dan naluri menghajatkan sentuhan sosial untuk berbagai kebutuhan dasar kehidupan. Kesejahteraan, cinta lawan jenis, kecukupan ekonomi untuk hidup, rasa keamanan, perlindungan terhadap hak milik, dan hak asasi adalah contoh kebutuhan sosial yang tidak terelakkan. Yang menjadi tantangan dan permasalahan adalah, banyak perubahan-perubahan sosial yang harus dihadapi oleh kaum muda dimana bertentangan dengan nilai-nilai idealisme yang diperjuangkannya.

Dalam arus perubahan sosial, politik, ekonomi dan budaya yang semakin dan terus bertambah cepat, maka pemuda dihadapkan kepada problematika-problematika internal yang juga tidak terpisahkan dengan problematika personal, sosial atau keumatan. Problem internal personal misalnya gaya hidup hedonis, lemahnya pemahaman agama atau pemahaman agama yang masih parsial, ketidakmampuan memelihara nafsu seks/syahwat yang sedang menggelora atau rendahnya motivasi untuk berusaha/bekerja memenuhi nafkah hidupnya sehingga lebih memilih untuk menganggur dari pada berwirawasta. Dalam kondisi yang penuh dengan tantangan internal dan eksternal seperti ini maka semangat untuk mempertahankan idealisme di kalangan kaum muda membutuhkan kekuatan iman,ilmu, moral dan perjuangan mental agar tidak mudah tergoda berbagai rayuan dan godaan yang bisa menjerumuskan masa depannya. Terlebih di tengah merebaknya faham hedonisme, materialisme dan pragmatisme.

 By La Ode Muhamad Fardan

Minggu, 15 Mei 2016

Muna Timur Pasti Diperjuangkan

Oleh : La Ode Muh Fardan


CAKRAWALASULTRA.BLOGSPOT.COM- KENDARI : Amirul Tamim, mengatakan selain 5 DOB untuk Sultra sampai saat ini sudah masuk 198 usulan DOB yang diterima kementerian dalam negeri.
"Nanti akan dibahas di DPR pada Bulan mendatang. Usulan sudah. Tapi berapa yang diterima nanti kita lihat," katanya.
Fokus dalam pembahasan daerah otonomi baru (DOB) pada tahun ini, masih menyelesaikan rancangan undang-undang (RUU) DOB. Rencananya, pemerintah dan DPR akan kembali membahasnya Bulan Mei mendatang. Sebanyak Lima wilayah dari Sulawesi Tenggara termasuk dalam RUU tentang pembentukan DOB yaitu, Provinsi Kepton, Kota Madya (Raha),Kabaena Kepulauan, Muna Timur, dan Konawe Timur
"Akan kita buka lagi (RUU) yang kemarin sudah sempat dibahas dengan DPR. Nanti apakah disetujui atau bertahap nanti kita lihat," kata Anggota DPR-RI Komisi II, Amirul Tamim , Sebagai Pemateri Dialog Publik, Bertema"Satukan Tekad Tindakan Demi Terwujudnya DOB Muna Timur" yang diselenggarakan oleh Barisan Muda Muna Timur (BMMT), di Aula Hotel Imperial, Minggu (03/04/2016).
Secara prinsip, kata Amirul, usulan DOB harus punya tujuan yang jelas. DOB menurutnya harus mempercepat pembangunan dan mempercepat kesejahteraan. Sepanjang persoalan batasan dan syarat-syarat DOB juga jelas, menurutnya tidak ada masalah.
Sebelum membahas dengan DPR, kami akan membahas pula tentang DOB ini dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Soalnya Sidang Dewan DOB diketuai oleh Jusuf Kalla. "Nanti masih akan dibahas dengan wapres soal DOB itu," katanya.
Sebelum dikonsultasikan dengan DPR, Amirul juga menjelaskan, kemendagri akan bawa usulan DOB itu pada sidang dewan DOB. Dalam sidang itu, kata Anggota DPR-RI itu hanya daerah yang memang layak yang akan dikatakan layak.
Amirul Tamim juga menjelaskan pembentukan daerah persiapan provinsi atau daerah persiapan kab/kota harus memenuhi persyaratan dasar kewilayahan, persyaratan administrasi, dan persyaratan dasar kapasitas daerah. Artinya sekalipun berdasarkan penghitungan jumlah penduduk dan luas wilayah, suatu kab/kota atau provinsi memenuhi syarat, tidak dengan cepat bisa menjadi daerah otonomi baru.
Persyaratan dasar kewilayahan meliputi, luas wilayah, jumlah penduduk, batas wilayah, cakupan wilayah, dan batas usia minimal provinsi, kab/kota induk. Persyaratan administrasi meliputi peraturan bersama (PB) DPRD kab/kota dengan bupati/walikota yang akan menjadi cakupan wilayah daerah pemekaran provinsi, dan PB DPRD provinsi induk dengan gubernur daerah induk. Persyaratan administrasi kedua, adanya keputusan musyawarah desa, PB DPRD kab/kota dengan bupati, dan PB DPRD dan gubernur tentang cakupan wilayah pemekaran.
Sementara itu, persyaratan dasar kapasitas daerah meliputi geografi, demografi, keamanan, sosial politik, adat, dan stradisi, potensi ekonomi, keuangan daerah, dan kemampuan penyelenggaraan pemerintah.
Legislator asal Sultra ini  memaparkan, dalam UU Pemerintah Daerah (Pemda) yang baru telah dijelaskan bahwa setiap daerah yang akan dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) harus menjadi daerah persiapan terlebih dahulu selama tiga tahun. Nah, yang harus dipahami juga, kelima DOB ini terbentuk setelah UU Pemda yang baru itu berlaku.
Muna Timur akan tetap kami perjuangkan sebagai Calon Daerah Otonomi Baru (DOB),Daerah Persiapan saat ini harus tetap sabar dan tabah dan yang terpenting partisipasi Kaum Pemuda, Tokoh Masyarakat,seluruh masyarakat Muna Timur,dan seluruh Panitia pemekaran selalu bekerjasama dalam proses memekarkan daerah ini, Ungkapnya, Minggu, (03/04/2016). di Aula Hotel Imperial.

Penulis : Muh.Fardan

Rasa Tersinggung Terhadap NegeriKu

Oleh : La Ode Muhamad Fardan.

Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana” 
Kalimat di atas adalah pernyataan dari Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar Indonesia, yang memiliki makna sederhananya adalah setinggi apapun pengetahuan manusia akan teori-teori dan makna dunia tapi jika tidak mencintai kemanusiaan, maka sia-sia ilmunya.
Sebagai mahasiswa, selain belajar tentang ilmu, juga harus bisa memahami realita sosial-masyarakat, apa yang sedang berkembang di masyarakat, apa yang menjadi persoalan masyarakat, sehingga eksistensinya sebagai manusia terpelajar benar-benar bisa dirasakan oleh realita bahwa segala pengetahuannya terkonfirmasi oleh syarat-syarat untuk menjadi manusia yang bertanggung-jawab atas sosial-masyarakatnya.

Untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat, tidak bisa didapat dari bangku kampus atau silabus perkuliahan. Untuk itulah keberadaan organisasi mahasiswa sangat penting. Organisasi mahasiswa harus merupakan sebuah wadah yang bisa menunjukkan pada kenyataan sosial bahwa masih banyak kemiskinan, penindasan, diskriminasi dan ketidak-adilan dimana Negara abai terhadap kenyataan rakyat bawah, untuk itulah organisasi mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai alat perjuangan untuk mencapai tujuan. Keberpihakan organisasi mahasiswa terhadap rakyat juga penting sebagai penilaian apakah organisasi mahasiswa itu serius dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat, melihatnya dengan mengetahui orientasi gerakan mahasiswa tersebut apakah benar memperjuangkan rakyat?

Pendidikan sebagai sarana perjuangan
Belajar mengenai maksud dan orientasi (tujuan) pendidikan (dari TK hingga Profesor) harus lengkap secara utuh. Idealnya (agar berkualitas), pendidikan haruslah berkarakter mencintai kemanusiaan, atau dalam istilah terkenalnya adalah “memanusiakan manusia”.

Pendidikan haruslah berorientasi pada pengenalan realitas diri manusia dan manusia itu sendiri, pengenalan yang obyektif dan subyektif, sekaligus. Kesadaran subyektif dan keadaan/realitas obyektif haruslah menjadi satu fungsi dialektik untuk memahami dunia dan kontradiksinya (bahwa ada yang menindas dan tertindas), hal tersebut harus dipahami oleh manusia (termasuk mahasiswa/peserta didik). 
Menurut ahli filsafat pendidikan bernama Paulo Freire, ada tiga unsur yang terlibat dalam dunia pendidikan. Yaitu: pengajar, pelajar/peserta didik, realitas dunia. Ketiga hal tersebut diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, subyek yang sadar (cognitive): Pengajar dan Pelajar/peserta didik. Sedangkan yang kedua adalah obyek yang harus disadari (cognizible): Realitas dunia.
Hubungan berkesinambungan (dialektik) seperti di atas itulah yang—menurut Freire—tidak pernah kita jumpai dalam pendidikan ”mapan” a-la borjuis sekarang ini. Sistem pendidikan yang ada hanyalah semata-mata menjadikan anak didik sebagai obyek deposito dan akan diambil keahliannya, dimanfaatkan ilmunya, untuk mengabdi pada kepentingan kapitalis memperkaya diri sendiri, menjadi individualis.
Jadi, menurut Freire, anak didik adalah obyek investasi dan sumber deposito potensial. Pada akhirnya, peserta didik tak memiliki perspektif lain selain yang diajarkan oleh kurikulum kapitalis, peserta didik menjadi mesin. Dan yang paling parah adalah, peserta didik tidak diajarkan menjadi bagian dalam realitas dunia yang dipenuhi ketidak-adilan (penindasan), bahkan malah diperspektifkan menurut kelas kapitalis yang dominan dan menindas kaum miskin, acuh, cuek terhadap penderitaan rakyat. Maka, sebagai kaum mahasiswa-terpelajar, kita harus benar-benar mengerti bahwa apa yang telah kita capai harus diabdikan untuk kemanusiaan, perjuangan rakyat dan membela kaum tertindas.

#La Ode Muhamad Fardan
   Cakrawalasultra.blogspot.com